Kajen – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Sumar Rosul, S.IP., M.AP., menegaskan pentingnya pendidikan politik dan penguatan demokrasi sebagai upaya meningkatkan pemahaman serta partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikannya usai kegiatan pendidikan politik dan penguatan demokrasi yang digelar di Rumah Makan Sambel Sawah, Kajen, Rabu (31/12/2025) Kemarin.
“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan kegiatan pendidikan politik dan penguatan demokrasi sebagai wujud partisipasi masyarakat dalam penyusunan APBD, khususnya melalui pokok-pokok pikiran DPRD,” ujarnya.
Menurut H. Sumar Rosul, kegiatan tersebut merupakan bentuk komunikasi politik DPRD kepada masyarakat yang difasilitasi melalui perangkat daerah terkait, yakni Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat dari hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Pekalongan dan berlangsung dengan lancar.
Ia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut DPRD menyampaikan berbagai informasi terkini terkait kebijakan pemerintah daerah agar dapat dipahami secara utuh oleh masyarakat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Informasi yang disampaikan ini penting agar tidak terjadi miskomunikasi maupun misinformasi. Harapannya, masyarakat bisa menyampaikan kembali kepada lingkungan sekitar, sehingga pemahaman publik menjadi sama,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terkait mekanisme penyampaian aspirasi dan pokok-pokok pikiran DPRD, khususnya yang mengacu pada ketentuan dan tahapan perencanaan pembangunan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan regulasi terbaru yang menjadi dasar penyusunan dan pengusulan aspirasi masyarakat, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017.
“Regulasi ini perlu dipahami oleh seluruh pihak, termasuk masyarakat, agar dalam mengusulkan aspirasi dapat sesuai secara teknis administrasi maupun tahapan yang telah ditetapkan,” ungkapnya.
Menurutnya, komunikasi publik dan pendidikan politik harus terus dibangun secara berkelanjutan agar masyarakat semakin dewasa dalam berpolitik, tidak hanya pada saat menjelang pemilu, tetapi juga setelah pemilu.
“Berpolitik itu tidak hanya dilakukan menjelang pemilu saja, tetapi juga pasca pemilu. Masyarakat perlu terus diberi informasi dan pendidikan agar pemahamannya semakin baik,” tegasnya.
Ia menambahkan, seluruh tahapan pengusulan pokok-pokok pikiran, mulai dari waktu penginputan, mekanisme pengajuan, hingga ketentuan hibah dan syarat administrasi, telah disampaikan secara lengkap dalam kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, peserta merasa puas dan kegiatan silaturahmi ini sangat bermanfaat. Kami berharap informasi yang disampaikan dapat diteruskan kembali secara getok tular kepada masyarakat luas,” pungkasnya.
(jod).
Diskusi
Login untuk mengirim komentar